Sunday, January 27, 2013

Ermy Kullit - Sendiri


Judul Album : Sendiri
Artis : Ermy Kullit
Tahun Produksi : 1995
Music Director : Ireng Maulana & Utam EAR
Produser : Widyanarto
Produksi : Granada Records

Kolaborasi ERMY KULLIT dan IRENG MAULANA terbukti sangat solid di era 80an. Lewat sederet album pop jazz-bossanova yang mereka rilis, nama mereka boleh dibilang yang terdepan di genre itu. Memasuki era 90an ketika peta pasar musik kita mulai bergeser,  album yang mereka hasilkan mulai sepi peminat. Dan entah apakah karena alasan itu, kolaborasi Ermy dan Ireng mulai tidak total. Seperti terlihat di album SENDIRI ini, tidak seperti biasanya, kontribusi Ireng hanya 25 persen saja dari keseluruhan album. Ireng hanya terlibat di 2 lagu, sisanya digarap oleh UTAM EAR. Lagu yang dijagokan adalah superhits milik TITIK PUSPA yang juga kondang dibawakan BIMBO berjudul SENDIRI. Saat itu memang sedang demam merilis ulang lagu-lagu era 70an dalam warna modern. Sebuah intepertasi yang sebenarnya keren dari Ermy dan Ireng, tapi sayangnya tetap tidak bisa mengembalikan kejayaan kolaborasi mereka di era sebelumnya. Ermy juga me-remake superhits milik PANCE PONDAAG berjudul KUCARI JALAN TERBAIK atau yang dikenal juga dengan judul KUCOBA BERTAHAN, dan uniknya di album Ermy ini menggunakan judul SANDIWARA. 

Track List:

1.SENDIRI
Titiek Puspa
2. AKU KAN DATANG LAGI
Ireng Maulana
3. SANDIWARA
Pance Pondaag
4. KHAYAL
Ermy Kullit
5. AKU MASIH CINTA
Utam EAR
6. INGKAR
EK Pro
7. RESAH
Nan A. Buamona
8. PENANTIAN
Utam EAR




SENDIRI

Sendiri, kini aku sendiri lagi
Entah sesal, entah hati pedih
Tak peduli..
Sendiri, mungkin lebih baik begini
Tak peduli apa kata hati

Biarkan dimanapun aku berada
Jangan datang atau kirim salam
Tanda cinta...
Kututup mata dan hati untuk cinta
Karena antara dikau dan aku
Telah terlarang ada cinta

Masih terbayang dalam ingatanku
Waktu kau mengambil putusanmu
Kau pergi dengan wajah penuh duka
Kau bisikkan kau tetap menyinta

Sendiri, berteman duka dan airmata
Bercumbu dengan duka nestapa
Dan merana...
Mengapa harus terlambat kita berjumpa
Demikian pernah kau ucapkan
Dengan derai airmata

Dulu segalanya indah bercahaya
Kini hambar, muram tiada warna
Dahulu penuh canda tawa riang
Kini bisu, membeku dan sendu

Lara... sendiri.. 

No comments: