Saturday, February 6, 2021

Pance Pondaag - Demi Kau dan Si Buah Hati


Judul Album : Demi Kau dan Si Buah Hati 
Artis : Pance Pondaag 
Tahun Produksi : 1987 
Music Director : Pance Pondaag 
Produksi : Kings Indonesia

PANCE PONDAAG terbilang sebagai hitsmaker yang rajin mencetak hits di era 80an. Lagu-lagu ciptaannya sangat khas dan gampang dikenali, dan telah berhasil mengantarkan banyak nama penyanyi ke puncak popularitas ketika membawakan karya-karyanya. Hal ini rupanya memicu 'otak bisnis' label untuk menghadirkan Pance dengan lagu-lagu jawaban atas karya-karyanya yang berhasil menjadi hits besar. Terbukti berhasil saat merilis AKU MASIH SENDIRI yang merupakan jawaban lagu TAK INGIN SENDIRI dari DIAN PIESESHA, Pance kembali hadir lewat album DEMI KAU DAN SI BUAH HATI yang merupakan jawaban dari hits milik MERIAM BELLINA berjudul KERINDUAN. Seperti yang diharapkan, versi jawaban ini ternyata disambut pasar dengan sangat bagus. Lagu DEMI KAU DAN SI BUAH HATI berhasil menjadi hits besar dan menjadi salah satu lagu Pance yang masih terus dinyanyikan sampai saat ini. Tidak cukup hanya itu, di album ini juga ditampilkan versi jawaban dari beberapa lagu lainnya yaitu KAU TAK PERNAH JUJUR yang merupakan jawaban MENGAPA TAK PERNAH JUJUR dari DIAN PIESESHA, lalu BEGITU SUDAH AKU MEMAHAMI yang merupakan jawaban lagu milik CHINTAMI ATMANAGARA berjudul SEMENTARA BIARLAH BEGINI, dan SENADA DALAM SYMPHONI yang merupakan jawaban dari lagu SYMPHONI RINDU milik MERIAM BELLINA. 


Track List:
(semua lagu ciptaan Pance Pondaag)

1. DEMI KAU DAN SI BUAH HATI
2. KAU TAK PERNAH JUJUR
3. BEGITU SUDAH AKU MEMAHAMI
4. BIMBANG
5. PERCIK PESONA
6. MUNGKIN KAU SENGAJA
7. NIKMATNYA ASMARA
8. SENADA DALAM SYMPHONI
9. MELODY SENDU
10. SEKALI SAJA
11. HITAM GAUNMU SEHITAM HATIMU









DEMI KAU DAN SI BUAH HATI

Mengapa harus begini
Tiada lagi kehangatan
Memang kusadari
Sering kutinggalkan kau seorang diri

Bukannya aku sengaja
Meninggalkan kau sendiri
Aku menyadari bukan sandiwara
Kasihmu kepadaku

Tiap malam engkau kutinggal pergi
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
Demi kau dan si buah hati
Terpaksa aku harus begini

Tiap hari hingga malam berakhir
Ku tahu kau tersiksa karena diriku
Sejujurnya aku katakan
Tiada satu pengganti dirimu

No comments: