Tuesday, November 14, 2017

Titik Sandhora - Pop Dankdut


Judul Album : Pop Dankdut
Artis : Titik Sandhora
Tahun Produksi : 1989
Music Director : Bartje Van Houten
Produksi : Purnama Records
Distributor : Blackboard

Demam genre pop dangdut melanda industri musik Indonesia di akhir 80an. Jenis musik yang awalnya identik dengan irama yang mengundang goyang dengan hentakan gendang dan alunan suling ini mendadak berubah menjadi 'kalem' karena transformasinya dengan musik pop. Bebunyian gendang masih terdengar meskipun muncul dari perangkat elektronik. Penyanyi-penyanyi pop pun ramai terjun ke genre ini, salah satunya adalah TITIK SANDHORA. Dibandingkan penyanyi lain yang muncul dengan lagu-lagu baru bernuansa pop dangdut, Titik tampil dengan lagu-lagu melayu dangdut klasik yang diaransemen ala pop dangdut. Maka lagu-lagu semacam MUSTIKA, RATAPAN ANAK TIRI, SEMALAM DI MALAYSIA, BONEKA DARI INDIA, CINTA HAMPA, KEAGUNGAN TUHAN atau KE BINA RIA ditampilkan Titik dengan bersahaja. Tanpa perlu mengumbar cengkok dangdut atau melayu seperti bila lagu-lagu itu dibawakan dalam versi aslinya, vokal ngepop Titik yang khas dibungkus aransemen pop dangdut malah menjadikan lagu-lagu ini terdengar syahdu. Single andalan MUSTIKA meluncur menjadi hits besar dan kembali disukai banyak orang. Sebuah terobosan juga karena selepas suksesnya album ini, para penyanyi lain juga kemudian merilis ulang lagu-lagu melayu dangdut klasik dalam irama pop dangdut.

Track List:

1. MUSTIKA
Ilin Sumantri
2. RATAPAN ANAK TIRI
M. Mashabi
3. CITA CITA
Muchtar B.
4. PURA PURA BENCI
Zakaria
5. KEAGUNGAN TUHAN
A. Malik BZ
6. BOLEH BOLEH JANGAN
Zakaria
7. CINTA HAMPA
A. Chalik
8. BONEKA DARI INDIA
Ellya
9. SEMALAM DI MALAYSIA
Syaiful Bachri
10. KE BINA RIA
Awab & Bahfen
11. JAUH JAUH
A. Chalik







MUSTIKA

Kala ku bernyanyi dengan nada murni
Itulah suara hati, suatu tanda seni
Kala ku berkata penuh rasa jiwa
Itulah mustika terpendam di dada

Dalam suatu lagu penuh rasa kalbu
Apa yang terkata, itulah suara jiwa
Namun ku tak mengerti
Tubuhku tersembunyi

Walau tetap sunyi, seribu zaman berganti
Namun itulah seni, ku kan tetap berbakti

No comments: