Friday, February 1, 2013

Gladys Suwandhi - Terlalu


Judul Album : Terlalu
Artis : Gladys Suwandhi
Tahun Produksi : 1989
Music Director : Pance Pondaag & Iwan JG
Produser : Pance Pondaag
Produksi : JK Records

Kemunculan GLADYS SUWANDHI di industri hiburan lewat film YANG MASIH DIBAWAH UMUR langsung mencuri perhatian. Tatapan sendu dibalik wajah indo-nya yang cantik menjadi pujaan banyak orang saat itu, terlebih ketika dia kemudian juga membintangi sinetron serial kondang PONDOKAN di TVRI. Sukses di dunia akting dan model, Gladys kemudian mencoba terjun ke dunia musik dengan merilis album pertamanya TERLALU. Melihat nama PANCE PONDAAG sebagai komposer dan arranger, serta label JK RECORDS yang menaunginya, boleh jadi dengan mudah orang akan menebak lagu-lagu seperti apa yang dibawakan Gladys. Nyatanya, berbeda dengan rekan-rekannya di JK Records saat itu yang menyanyikan lagu-lagu pop melankolis yang mendayu-dayu, lagu andalan TERLALU adalah sebuah lagu pop bernuansa dixie yang segar dan jauh dari kesan 'cengeng' meskipun liriknya bercerita tentang pengkhianatan. Lagu ini pas dengan range vokal Gladys yang tidak terlalu lebar.  Begitupun lagu DARI HATI YANG TULUS, yang meskipun lagunya khas Pance tapi pola aransemennya lebih mengarah ke pop kreatif. Warna pop rock juga dimunculkan di lagu KAU IDOLAKU yang coba diintepretasikan Gladys dengan tarikan vokal ngerock juga meskipun tidak pas dengan karakter vokalnya dan terdengar maksa. Overall, album ini memang terdengar beda dengan produksi JK Records pada umumnya. Sebagai langkah awal, album ini cukup berhasil mengangkat nama Gladys sebagai penyanyi.

Track List:

1. TERLALU
Pance Pondaag
2. DARI HATI YANG TULUS
Pance Pondaag
3. KAU IDOLAKU
Iwan Tivi
4. APA ARTINYA ?
Iwan JG & Anci La Ricci
5. KARENA KAMU
Iwan Tivi
6. ADAKAH KEKASIH
David Messakh
7. MASIH SEKOLAH
Anci La Ricci
8. TAK TIK TAK
Joko Esha
9. AKU SUKA KAMU
Sidharta
10. JUJURLAH
Pance Pondaag




TERLALU

Ternyata ada 
Dia yang lain di hatimu
Pandainya dikau menutupinya
Terlalu...

Cukuplah sudah
Sampai disini semuanya
Tertutup sudah 
Pintu hatiku kepadamu

Kau pikir aku tak sanggup
Kau pikir aku tak mungkin
Melupakan segalanya,
Melupakanmu

Kupikir-pikir
Mendingan kini ku sendiri
Bebas kemana
Tanpa kau lagi menggangguku
 

1 comment:

Iwan Sukma Nuricht said...

wow...nostalgia saya sewaktu sekolah dulu.