Monday, July 27, 2015

Ice Camalia - Betapa Kau Kusayangi


Judul Album : Betapa Kau Kusayangi
Artis : Ice Camalia
Tahun Produksi : 1981
Music Director : Pance Pondaag
Produser : Nyo Beng Seng
Produksi : Irama Tara

Memasuki era 80an, industri musik pop Indonesia semakin marak dengan bermunculannya penyanyi-penyanyi muda yang cantik. Kalau di era sebelumnya kualitas vokal lebih dikedepankan untuk bisa menembus dunia rekaman, memasuki era 80an agaknya 'aturan' itu mulai berubah. Masalah tampilan fisik seperti menjadi syarat mutlak untuk bisa eksis di industri musik, seiring teknologi rekaman yang bisa menyulap suara penyanyi yang biasa-biasa saja menjadi terdengar merdu. ICE CAMALIA adalah salahsatu penyanyi yang muncul di era ini. Secara fisik, Ice terlihat menawan serupa model-model yang eksis pada saat itu. Modal itu dirasa cukup untuk membuatnya memasuki dapur rekaman, terlepas dari materi suaranya yang terhitung biasa-biasa saja. Untungnya Ice mendapatkan sebuah lagu yang pas, lagu sendu hasil garapan PANCE PONDAAG berjudul BETAPA KAU KUSAYANGI memungkinkan Ice tampil dengan gaya berbisik dan teknik falsetto untuk nada-nada tinggi. Pance juga menggarap  lagunya dengan cukup unik. Intro lagunya tampil dengan nada mayor, lalu tiba-tiba menukik menjadi nada minor sesaat ketika vokal mulai muncul, dan berubah lagi ke nada mayor saat memasuki reffrain. Sebuah lagu yang cukup kuat dan berhasil menjadi radio hits. Sayangnya karir Ice tidak panjang di industri musik meskipun sukses album ini sebetulnya bisa menjadi modal yang baik bagi karirnya.

Track List:

1. BETAPA KAU KUSAYANGI
Pance Pondaag
2. BIARKAN CINTA BERLALU
Hanny Tuheteru
3. COBA CERITAKAN
Rudy Rampengan
4. TAK KULUPAKAN
Demmy Matulatua
5. HARAPAN YANG MUSNAH
Eric Van Houten
6. TANGISAN RINDU
Erns F. Mangalo
7. HANYALAH ENGKAU
Eric Van Houten
8. MENGAPA KAU KUBENCI
Benny Van Houten
9. DESAH NAFAS CINTAKU
Richard Ishimine
10. SEJUTA RASA
Johny Jaya







BETAPA KAU KUSAYANGI

Kian kucoba melupakan dirimu
Namun semakin hancur hatiku ini
Tak kuasa daku menutupi
Betapa kau sangat kusayangi

Tapi kenyataan kau bukan milikku
Tak mungkin kurenggut cintanya padamu
Segalanya sendu, oh mengapa..
Bahagiaku hanya dalam mimpi

Ingin kucoba melupakanmu
Namun semakin dalam cinta ini
Ingin kubenci dirimu sayang
Tapi semakin dalam cinta di hatiku
Oh.. sendu..

No comments: