Saturday, March 20, 2010

Hetty Koes Endang - Bibir & Mata


Judul Album : Bibir & Mata
Penyanyi : Hetty Koes Endang

Music Director : Rinto Harahap

Tahun Produksi : 1984

Produser : Senjaya Wijaya

Produksi : Musica Studio's


Menyebut kolaborasi HETTY KOES ENDANG dan RINTO HARAHAP, mungkin yang paling tertanam di benak adalah ketika mereka sukses mengantarkan lagu DINGIN menjadi hits besar di akhir 70an. Setelah itu mereka memang masih kerap berkolaborasi tapi tidak berhasil menghasilkan hits sebesar DINGIN. Salahsatu kolaborasi mereka yang sedikit terdengar beda adalah sebuah album berjudul BIBIR & MATA. Kalau biasanya lagu-lagu ciptaan Rinto sudah sangat predictable, dengan melodi dan lirik yang khas, serta raungan gitar elektrik dalam aransemennya, maka melodi lagu BIBIR & MATA terdengar berbeda. Melodi lagu ini lebih dekat pada lagu-lagu ala festival, sebuah jenis lagu yang memang menjadi 'makanan' Hetty yang sudah berjaya di berbagai festival dalam dan luar negeri. Memang tidak seratus persen beda, karena di beberapa bagian masih tersisa liukan melodi khas Rinto, tapi tetap terdengar lain. Aransemen juga terdengar beda dari lagu-lagu Rinto biasanya. Yang tidak jauh berbeda adalah liriknya, karena masih tetap bergaya Rinto, lengkap dengan kata ajaib yang jadi andalan : "sayang..." Ketika dirilis lagu ini memang cukup dikenal orang, tapi tetap tidak bisa menyamai keberhasilan kolaborasi mereka di lagu DINGIN.


Track List

1. BIBIR DAN MATA
Rinto Harahap
2. KITA PUNYA CINTA
Anto
3. KANDA
Tony
4. TAK INGIN LAGI
Benny Van Houten
5. TANGIS DI AKHIR CINTA
Wieda Asmara
6. LESTARILAH NEGERI
Henry WM
7. HANYA ENGKAU
Edy Koesworo
8. SAMPAI DISINI
Frans Ginting
9. KUINGIN SEPERTI BIDADARI
Asep Sukma
10. JANGAN KAU RAGUKAN
Martin Mailoa




BIBIR DAN MATA

Pertama..
Pertama kau peluk diriku

Terasa getar seluruh tubuhku

Mungkinkah asmara

Menembus jantungku

Aku tersenyum, aku menangis

Aku menari-nari..


Ternyata..

Ternyata semuanya berlalu

Dirimu bukan untuk dicinta

Didepan mataku kau peluk yang lain

Aku termenung, aku menangis

Engkau menari-nari


Bibir dan matamu

Tak pernah jujur kepadaku

Hanyalah rayuan dan airmata

Bila kau meminta

Bibir dan mataku

Tak pernah dusta kepadamu

Namun airmata sebagai balasnya kini

Oh.. sayang..


No comments: